Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Kami melayani penjualan retail dan partai besar.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp 08122011619,
email: himawanucep@yahoo.com
website: supplyalkes.blogspot.com.

Selasa, 23 Juli 2013

Pil KB Timbulkan Nyeri Saat Bercinta

Kompas.com - Pil kontrasepsi alias pil KB adalah jenis kontrasepsi yang paling populer. Meski memiliki sejumlah keunggulan, tetapi sebagian wanita yang memilih kontrasepsi ini mengalami efek samping rasa nyeri saat berhubungan seksual.

Dalam pertemuan ilmiah asosiasi ahli urologi Amerika, disampaikan efek samping dari pil KB dosis rendah terhadap timbulnya sindrom nyeri kronik di bagian panggul dan nyeri saat bercinta.

Ketua peneliti, Nirit Rosenblum, asisten profesor urologi dari New York University Langonge Medical Center, menyebutkan makin banyaknya pasien wanita yang mengeluhkan gejala nyeri pada panggul dan vagina.

"Kebanyakan dari pasien tersebut menggunakan pil kontrasepsi dosis rendah," katanya.

Kemudian Rosenblum melakukan survei anonim terhadap lebih dari 900 wanita berusia 18-39 tahun. Wanita yang mengonsumsi pil KB dosis rendah masuk dalam kriteria kelompok yang menderita sindrom nyeri panggul dibanding wanita yang tidak menggunakan pil KB atau yang memakai pil KB dosis normal.

Wanita yang menggunakan pil KB dosis rendah juga melaporkan rasa nyeri selama atau setelah orgasme.

Hasil survei ini hanya menunjukkan kaitan antara pil KB dosis rendah dan nyeri panggul, bukan hubungan sebab akibat. Tetapi, jika memang pil KB dosis rendah berada di balik rasa sakit itu, Rosenblum mengatakan mungkin itu karena mekanisme terkait dosis.

"Wanita yang pakai pil dosis rendah biasanya kadar estrogennya juga rendah, sehingga hal itu mungkin terkait. Tapi memang perlu dibuktikan dengan penelitian mendalam," katanya.

Jika Anda juga mengalami keluhan yang sama, disarankan untuk berkonsultasi pada dokter untuk menentukan apakah perlu diganti dosisnya atau mengganti metode kontrasepsi lainnya.

"Jika kita diberikan obat, kita harus memahami potensi efek sampingnya sehingga kita langsung mengenali setiap gejala yang timbul. Kita juga perlu mempertimbangkan apakah efek samping dari pengobatan lebih besar dari manfaatnya," katanya.



Sumber Kompas



Info Alkes

Tidak ada komentar:

Posting Komentar