Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Kami melayani penjualan retail dan partai besar.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp 08122011619,
email: himawanucep@yahoo.com
website: supplyalkes.blogspot.com.

Jumat, 03 Mei 2013

Menkes: Indonesia Butuh Banyak Kader Penerus Program Imunisasi

Menteri Kesehatan RI, dr Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH. (Foto: Ajeng/detikHealth)Jakarta, Imunisasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyakit. Semua anak berhak mendapatkan pelayanan ini, tanpa diskriminasi dan membeda-bedakan. Karena jika tidak diimunisasi, banyak efek buruk yang bisa terjadi.

"Imunisasi terbukti sangat efektif untuk menurunkan angka kematian anak, angka kecacatan, dan penyakit lain," ujar Menteri Kesehatan RI, dr Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, dalam acara seminar 'Imunisasi Melindungi Anak Indonesia dari Wabah Penyakit, Kecacatan, dan Kematian' yang diselenggarakan di Gedung Prof. dr. Sujudi, Kementerian Kesehatan, Jl Rasuna Said, Jakarta, Sabtu (27/4/2013).


Acara yang diselenggarakan dalam rangka puncak acara Pekan Imunisasi Dunia 2013 ini mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk memahami pentingnya imunisasi agar tidak ragu lagi untuk melakukan imunisasi.


Diakui oleh Menteri Kesehatan, kader-kader di Indonesia saat ini sudah sangat baik dalam memberikan pelayanan imunisasi, khususnya pada anak-anak.


Namun, sebagian besar kader ini merupakan anggota lama yang sudah tidak muda lagi. Sehingga, dr Nafsiah menghimbau dan mengajak generasi muda untuk mau peduli terhadap pelayanan kesehatan.


"Program imunisasi sudah berjalan selama bertahun-tahun, begitu juga ke depannya. Indonesia butuh lebih banyak penerus, agar program ini bisa berjalan dengan berkesinambungan," ujar dr Nafsiah.


Angka kematian bayi pada tahun 1997 adalah 46 per 1000 kelahiran, sedangkan pada tahun 2012 setelah diadakan program imunisasi, angka kematian bayi menurun hingga 32 per 1000.


Adanya perubahan ini membuat masyarakat berbagai generasi diharapkan mau memberi perhatian lebih banyak agar program imunisasi tidak berhenti.




Sumber Detik




Info Alat Kesehatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar